JALAN MERAIH SYURGA
JALAN MERAIH SYURGA
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّٰهِ وَ بَرَكاَتُهُ
NAMA: HAMIDAH
NIM: 12001034
KELAS: 1A _PAI
DESKRIPSI BIOGRAFI TOKOH: IBU DAN AYAH
Hallo teman-teman…..
Alhamdulillah kita bertemu lagi, di blogku ini…
Tapi sebelum aku bercerita lebih jauh, izinkan aku untuk memperkenalkan diri untuk kesekian kalinya…
Tidak apa-apa biar makin akrab….
Perkenalkan namaku Hamidah, nama yang pendek, namun memiliki arti yang baik. Yaa.. nama yang baik ini adalah sebuah nama yang diberikan oleh orang yang paling berjasa dihidupku saat ini. Aku adalah anak yang paling dinantikan oleh kedua orang tuaku. Dikarenakan kakakku telah lebih dulu pulang bertemu Allah sebelum aku dilahirkan.
Baiklah. Pada tulisan aku kali ini, aku akan menceritakan sebuah biografi singkat tentang dua insan yang sangat berharga dalam kehidupanku.
Setiap orang pasti mempunyai seseorang yang sangat ia kagumi dan banggakan. Begitu juga dengan diriku, aku sangat mengagumi dan menyayangi kedua orang tuaku. Mereka adalah kekuatan dan alasanku dalam menjalani kehidupan ini. Makanya pada tulisan kali ini, aku tidak akan memilih salah satu diantara mereka berdua untuk aku ceritakan , karena mereka sama berartinya dan sama pentingnya dalam kehidupanku.
Bicara tentang sosok seorang ibu, tidak akan pernah ada habisnya. Ibuku bernama Zahara, beliau lahir di Peniti tanggal 1 Maret 1983.Beliau adalah putri bungsu yang lahir dari pasangan Abdul Hadi dan Halifah. Ibuku adalah seorang petani. Sejak kecil, ibuku sudah merasakan kerasnya hidup. Ibuku bukanlah seorang yang berpendidikan. Dari kecil beliau juga sudah membantu kedua orang tuanya untuk menanam padi disawah, disaat semua anak diusianya mengemban pendidikan. Namun adab dan akhlak serta ketaatan terhadap perinta Allah dan kedua orang tuanya sangat tercermin dari perilakunya.
Beliau adalah anak kesayangan kakekku, dikarenakan ia adalah anak yang rajin dan patuh kepada orang tuanya. Beliau juga wanita yang tangguh dan pemberani. Serta sosok wanita yang memiliki tutur kata yang halus dan lembut. Ibuku itu, juga pintar memasak, bagiku tidak ada makanan yang paling enak selain makanan yang dimasak oleh ibuku.
Ibuku menikah diusia yang masih sangat muda, yakni disaat beliau berumur 19 tahun. Beliau adalah wanita yang terjaga kesuciannya, sebelum menikah, ia tidak pernah berpacaran bahkan kenal dekat dengan lelaki selain mahramnya. Jadi ayahku sangat beruntung memiliki istri seperti ibuku ini. Setahun Setelah menikah dengan ayahku, ibukupun mengandung anak pertamanya yakni kakakku, namun Allah lebih sayang kepada hambanya, ibuku diuji oleh Allah dengan kehilangan anak pertamanya itu. Ibuku sangat sedih dan terpukul karena kehilangan putri pertamanya. Tapi Allah memang sangat baik dan sayang kepada hambanya yang bersabar, belum genap setahun kehilangan putri pertamanya itu, Allah telah menitipkan seorang anak lagi, yaitu Aku. Aku adalah anak yang dinanti-nantikan oleh ibuku. Sejak bayi, aku juga terkenal sangat cengeng, aku dilahirkan secara premature saat usia kandungan ibuku berusia 7 bulan. Aku lahir dengan berta hanya 1,7 Kg. Aku memang tidak dilahirkan secara normal. Tapi Alhamdulillah berkat ridho Allah dan kesabaran serta kasih sayang ayah dan ibuku, aku tumbuh menjadi anak normal. Walaupun ibuku harus begadang setiap malam hanya karena aku yang selalu rewel dan menyusahkannya.
Tidak hanya aku yang dilahirkan dan dibesarkan serta diberikan kasih sayang olehnya. Beliau juga melakukan hal yang sama ke semua adik-adikku.
Karena beliau adalah orang yang sabar dan tidak mengeluh ketika diberikan cobaan, Allah menitipkan 3 orang putri dan 2 orang putra kepadanya. Dengan sabar dan tekun beliau merwatku dan keempat adik-adikku.
Ibuku adalah wanita yang sangat penyabar, ia juga adalah wanita yang sangat menyayangi kedua orang tuanya serta sangat taat kepada ayahku. Beliau memang tidak seperti ibu-ibu lain yang keluar rumah untuk bergaul, mengikuti pengajian atau ibu-ibu diluar sana yang bekerja sebagai wanita karir. Beliau juga tidak pernah bermain sosial media seperti ibu-ibu yang selalu update status setiap harinya. Tapi aku sangat bersyukur memiliki ibu sepertinya, ia adalah wanita yang mengikuti sunnah Rasulullah yang betah dirumah. Ia juga tidak pernah menerima tamu lelaki, serta tidak pernah keluar rumah tanpa seizin ayahku. Beliau juga tidak pernah mengatakan kata-kata kasar dan memarahiku secara berlebihan. Setiap aku dan adik-adiku membuat kesalahan beliau tidak pernah marah dengan mengeluarkan kata-kata kasar, malah sebaliknya kata-kata yang keluar adalah doa, walaupun dengan nada marah.
Setiap pagi beliau membuatkan kami susu, yang sudah diberikan doa saat membuatnya, aku yakin doa itulah yang menjadikan aku dan adik-adikku tumbuh dengan baik sampai sebesar ini. Ibuku memang tidak bisa membantuku mengerjakan tugas-tugas sekolahku, tapi beliau adalah orang yang selalu mendoakan dan menemaniku saat aku belajar sampai larut malam. Aku yakin prestasi yang aku raih selama aku duduk dibangku sekolah, itu adalah hasil dari doa ibu, ayah dan nenekku.
Ibuku wanita yang sangat menginspirasiku,💓 ia tidak berpendidikan, namun beliau mampu membesarkan anak-anaknya dan memberikannya pendidikan. Beliau juga adalah seorang istri yang taat kepada suaminya, serta dapat menjaga kesucian dirinya sampai saat ini.
Dari ibuku inilah aku belajar, bahwa akhlak sesorang tidak dilihat dari gelar ataupun pangkat, tapi seberapa pandai seseorang itu menghargai orang lain. Serta ilmu itu tidak hanya didapat disekolah tapi, ilmu itu bisa didapat dimanapun asal kita mau belajar.
Lain halnya dengan Ayahku, memang beliau tidak setampan nabi yusuf. Tapi bagiku beliau adalah lelaki yang pemberani, gagah, penyayang dan bertanggung jawab. Dan beliau adalah laki-laki pertama yang aku cintai. Nama lengkapnya adalah Herman. Beliau lahir di Pontianak pada tanggal 24 Maret 1976. Beliau adalah putra sulung dari 3 bersaudara.Ayahku adalah seorang pekerja keras. Itu terbukti karena sejak kecil beliau sudah bisa mencari uang sendiri. Beliau menempuh pendidikan sampai jenjang SMA, dan kebetulan aku juga bersekolah ditempat yang sama seperti ayahku.
Ayahku adalah sosok anak yang paling patuh kepada kedua orang tuanya, beliau tidak pernah membantah perkataan kakek dan nenekku. Beliau juga sosok anak yang paling disayangi kedua orang tuanya. Beliau orang yang mandiri, sejak kecil beliau tidak bergantung hidup kepada kedua orang tuanya, malahan beliau putus sekolah hanya karena membantu ibunya mencari nafkah.
Beliau adalah sosok suami yang paling sabar dan penyayang. Jika beliau marah kepada ibuku, beliau tidak pernah menampakan kemarahannya itu didepan anak-anaknya. Walaupun beliau terlihat keras, tapi beliau tidak pernah memarahi ibuku, jika ia marah pun ia hanya terdiam.
Beliau tidak pernah merasa lelah dan mengeluh dalam mencari nafkah untuk anak dan istriya. Beliau adalah seorang buruh yang bekerja dibawah tangan orang lain, kerasnya pekerjaan yang dialaminya saat ini tidak pernah mengurangi rasa syukurnya kepada Allah.
Beliau juga orang yang sangat menyayangi dan menghormati mertuanya seperti ibu kandungnya sendiri. Saat ini kami tinggal bersama nenek dari ibuku. Tapi semua orang yang datang mengira bahwa, nenek ku adalah ibu kandung dari ayahku. Karena kasih sayang antara nenek dan ayahku seperti seorang ibu dan anak, bahkan mengalahi ibuku sendiri.
Bagiku beliau adalah orang yang sholeh, beliau tidak pernah meninggalkan sholat dimasjid. Bahkan saat hujan pun beliau tetap pergi kemasjid. Beliau juga salah satu imam dimasjid, dekat rumahku. Beliau ayah sekaligus guru ngaji untuk aku dan adik-adikku. Beliau mengajarkan kami mengenal Allah dan rasulnya, menutup aurat, bahkan beliaulah yang mengajarkanku bagaimana seorang wanita bersikap.
Sebagai kepala keluarga, ayahku selalu bekerja keras demi menghidupi istri dan anaknya bahkan beliau juga memberikan nafkah kepada orang tuanya. Beliau selalu bekerja keras siang dan malam untuk memberikan yang terbaik kepada keluarganya, tak luput dalam kesibukannya beliau pun sering menyempatkan waktu untuk anak-anaknya. Menanamkan prinsip-prinsip kehidupan, memberikan pesan moral untuk selalu berusaha dan berikhtiar juga dibarengi dengan doa untuk mencapai cita-cita. Beliau memotivasi kami anak-anaknya untuk belajar dan menuntut ilmu setinggi mungkin, berharap anak-anaknya bisa jauh lebih baik darinya.
Beliau juga sosok ayah yang sangat menyayangi anak-anaknya, beliau tidak pernah memukulku sama sekali. Beliau juga memiliki aturan untuk anak-anaknya, aku tidak diperbolehkan pulang lewat dari jam 9 malam, dan aku juga tidak diperbolehkan pacaran, jika aku menyukaiseseorang lelaki , ayahku mengatakan “ kenalkanlah orang itu kepada ayah nak, jika dia baik, maka ayah akan menikahkanmu”. Ayahku juga mengatakan bahwa “ pacaran itu tidak baik, selain itu diharamkan oleh Allah, pacaran juga tidak mendatangkan manfaat sama sekali.
Beliau adalah sosok ayah yang sangat menjaga dan menyayangi anak perempuannya. Beliau selalu memantau apapun aktivitasku, beliau juga seorang yang royal, beliau tidak pernah marah apabila aku menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak perlu dibeli, beliau hanya mengatakan” apapun yang ingin kamu beli, mintalah kepada Allah melalui ayah, jangan pernah meminta-minta kepada orang lain apalagi berbohong.”
Ayahku ini memang tidak berpangkat tinggi, tapi dia adalah orang yang mampu mengajarkanku apa itu hidup,islam dan akhlak, serta moral. Aku sangat mengagumi ayahku ini, sampai, aku pun menginginkan seseorang imam yang nantinya sama baiknya seperti ayahku ini.💓
.
Mereka berdua adalah seseorang yang menjadi panutan bagiku, merekalah yang membuatku bisa berada seperti sekarang ini. Mereka adalah alasan untuk diriku agar tidak mengeluh dalam menjalani hidup ini. 💕
Mereka juga mengajarkanku untuk tetap bersyukur apapun keadaannya. Mereka pun slalu mengingatkan ku untuk selalu beribadah kepada Allah.
Buatku mereka adalah penyemangat, sekaligus jalan bagiku untuk menuju syurga. 💖
Semoga Allah slalu menyayangi dan melindungi mereka, dimanapun dan kapanpun.
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
Sekian tulisan saya kali ini...
Sampai jumpa...
Wassalamulalaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar